TANAH LATERIT MERAH KUNING

Juli 3, 2011 at 5:03 pm (Uncategorized)

DESKRIPSI UMUM

Berdasarkan klasifikasi USDA, tanah Laterit memiliki padanan nama yaitu Oxisols. Tanah ini merupakan tanah mineral yang kaya akan seskuioksida dan telah mengalami pelapukan yang lanjut. Tanah ini miskin akan mineral-mineral yang mudah lapuk, kandungan mineral resisten sangat tinggi dan KPK tanah sangat rendah (Soil Survey Staff, 1998).

Tanah ini dicirikan oleh adanya horison oxic pada kedalaman kurang dari 1,5 m atau memilki horison candic yang jumlah  mineral mudah lapuk memenuhi syarat horison oxic.. tanah ini memiliki sifat-sifat khusus seperti cadangan  hara yang sangat rendah, kesuburan alami sangat rendah, kandungan Al dapat dipertukarkan tinggi, permeabilitas baik, dan tanah terhadap erosi. Walaupun demikian beberapa jenis tanah ini (Laterit/Oxisols) misalnya dari great group Eutrotrorrox, memilki kejenuhan basa tinggi di seluruh profilnya (Hardjowigeno, 1993).

Penyebaran tanah ini di Indonesia diperkirakan 8.085 juta ha yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya, dan Jawa. Masing-masing seluas 4.016; 2,449; 0.789; 0.296 dan 0.135 juta ha (Puslittanak, 1997). Karena tanah ini merupakan tanah mineral yang kaya akan seskuioksida maka tanah ini mempunyai muatan positif dan didominasi oleh liat aktivasi rendah.

PROSES PEMBENTUKAN

Laterisasi merupakan proses pembentukan dari tanah Laterit. Biasa juga disebut dengan Latosolisasi atau juga disebut sebagai Feralisasi. Pada intinya proses pembentukan tanah Laterit merupakan perkembangan dari pelapukan lebih lanjut dari tanah Latosol.

Curah hujan yang tinggi (basah atau lembab) ditambah temperatur yang tinggi menyebabkan gaya-gaya perkembangan tanah di daerah tropika lebih cepat dan lebih intensif akibat pertumbuhan yang lebat. Temperatur yang tinggi mempercepat proses mineralisasi bahan organik yang dapat mengimbangi proses humifikasi, sehingga terbentuk CO2 dan H2O. Zat-zat ini selanjutnya mempercepat proses dekomposisi batuan-batuan, dan juga silikat Al dan Fe dengan melarutkan ion basa seperti K, Ca, Na, dan Mg. Tak adanya proses gleisasi mempertinggi intensitas pelarutan basa. Adanya basa-basa sebagai kation menjadikan laarutan tanah beraksi basa.

Hasil proses perkembangan tanah yang sempurna semaccam ini berupa pelindian semua unsur-unsur basa, silika, dan bahan organik sampai habis dengan meninggalkan senyawa-senyawa oksida besi, AL, dan Mn dalam lapisan tanah atas.

Beberapa pendapat mengatakan bahwa tertimbunnya oksida Fe, Al, dan mn pada lapisan tanah atas disebabkan oleh adanya kenaikan kapiler air tanah. Naiknya kapiler air tanah menyebabkan basanya reaksi larutan tanah. Berdasarkan kenyataan profil tanah laterit merupakan ciri perkembangan batuan basa, maka adanya larutan basa disebabkan karena terlindinya basa akibat dekomposisi batuan basa (Baver, 1956). Pendapat lain mengatakan, bahwa dalam iklim tropika, silikat mengalami hidrolisa karena adanya hidroxil bebas yang menjadikan hidrat silika negatif stabil, sehingga menjadi mudah terlindi. Sebaliknya ion OH bereaksi dengan Al2O3 dan Fe2O3 dengan membentuk koagulat dan Kristal yang stabil (Weigner, 1926).

Intensifnya perkembangan tanah di daerah tropika basah menyebabkan terbentuknya tanah Laterit memilki solum yang sangat dalam. Tanah-tanah ini dapat berkembang dari macam-macam bahan induk, seperti batuan beku granit, basalt, batu pasir dan andesit. Perbedaan sifat dan jenis batuan induk dpat dihilangkan oleh kegiatan proses perkembangan tanah, sehingga hasilnya hampir serupa yaitu pada tanah berwarna merah, merah kuning, atau merah cokelat yang mengandung sebagian besar lempung silikat kaolinit (1:1) yang memilki sifat-sifat koloid rendah, dan reaksinya masam karena sebagian besar basanya telah terlindi.

Dari uraian diatas, proses pembentukan tanah Laterit atau Laterisasi merupakan proses pelapukan lanjut dari tanah Latosol dimana terjadi proses pemindahan/pelindian silika dan ion-ion basa secara kimia dari solum tanah hingga konsentrasi Fe dan Al meningkat secara relatif. Terjadi pada daerah tropika dimana curah hujan dan suhu tinggi sehingga Si dan ion basa mudah larut. Tanah Latosol yang mengalami perkembangan lanjut seperti inilah nantinya akan membetuk tanah  Laterit, atau berdasarkan klasifikasi USDA memiliki pada padanan nama tanah Oxisols.

Ciri-ciri tanah ini secara garis besar yaitu :

  1. CH intensif, sehinggga drainase intensif
  2. Memiliki solum 10-20 m
  3. Memiliki nilai Chroma dan Value tinggi
  4. Perkembangan horison lanjut
  5. pH tanah masam
  6. kadar lempung tinggi, tipe 1:1 (kaolinit)
  7. KB dan KPK rendah
  8. Kadar BO rendah
  9. Kurang baik untuk pertanian

PERMASALAHAN

Masalah utama yang terdapat pada jenis tanah ini adalah tingginya jerapan P dan rendahnya ketersediaan serta efisiensi  pemupukan P sehingga kondisi ini merupakan kendala yang harus diatasi oleh pengelolaan Oxisols/tanah Laterit untuk pengembangan tanaman pertanian.

Untuk mengatassi kendala-kendala tersebut di atas beberapa upaya yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan mengurangi kepasitas jerapan P melalui pemberian kapur (CaCO3) dan pemupukan P. Kalsium karbonat yang diberikan ke tanah akan mengalami hidrolisis dengan reaksi kimia sebagai berikut :

CaCO3 + H2O                      Ca2+ + OH¯ + HCO3¯

Selanjutnya OH¯ akan menetralkan H+ dalam larutan H2O atau Al3+ membentuk Al(OH)3. Dengan demikian penetralan terjadi dan selanjutnya kelebihan OH¯ akan menyebabkan pH menjadi naik.

Kekahatan P yang sering terjadi pada tanah ini dapat dikurangi dengan pemberian pupuk P, yaitu SP 36 dan fosfat alam. Akan tetapi karena tingginya oksida-oksida Fe dan Al pada tanah menyebabkan efisiensi pupuk menjadi rendah terutama jika SP 36 diberikan tanpa didahului pengapuran. Sebaliknya pemberian fosfat alam pada tanah yang telah menerima CaCO3, kemungkinan dapat menurunkan kelarutan pupuk. Oleh karena itu pemberian CaCO3 akan menjadi salah satu alternatif lain yang perlu diteliti, terutama terhadap efisiensi pemberian fosfat alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: